Abstract:
Many analyzes of research and research are often questioned why Indonesians are easily involved
and provoked by the conflict, including the use of the Pilkada and the Pilpres by irresponsible persons to
cause conflicts among the people. Social conflicts that occur are always related to social tensions that occur in
Indonesia’s plural society. Whereas the apparatus has limitations, both personal and institutional. Therefore,
security issues including the predicted mass anarchy may arise in the 2018 and 2016 PILPRES 2019, it
is not appropriate for each party to impose on the security forces alone. Society including politicians should
help. The aid is primarily to not do the deeds that will lead to and provoke anarchist actions supporting each
candidate.
Keywords: Social Conflict, Police, Compound Communities, Pilkada, Pilpres.
Abstrak:
Banyak analisa berupa riset maupun penelitian yang kerap mempermasalahkan mengapa
masyarakat Indonesia mudah terlibat dan terpancing konflik termasuk dengan dimanfaatkannya
Pilkada dan Pilpres tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menimbulkan konflik
di antara masyarakat. Konflik sosial yang terjadi selalu berkaitan dengan ketegangan sosial yang
terjadi dalam masyarakat majemuk Indonesia. Padahal aparat mengalami keterbatasan-keterbatasan,
baik secara personal maupun kelembagaan. Oleh karena itu masalah keamanan termasuk anarki
massa yang diprediksi mungkin akan timbul dalam Pilkada 2018 maupun Pilpres 2019 mendatang,
tidak patutlah bila setiap pihak harus membebankan pada aparat keamanan saja. Masyarakat termasuk
politisi harus turut membantu. Bantuan tersebut terutama adalah tidak melakukan perbuatan yang
akan menjurus dan memancing perbuatan anarkis pendukung masing-masing calon.
Kata Kunci : Konflik Sosial, Polri, Masyarakat Majemuk, Pilkada, Pilpres.