Juridical Analysis of Default Disputes in Online Loan Agreements under the Indonesian Civil Code

Authors

  • Asyri Febriana Universitas Teknologi Mataram
  • Baiq Ishariaty Wika Utary Mataram Technology University
  • Nabain Idrus Mataram Technology University

DOI:

https://doi.org/10.35879/jik.v20i1.704

Keywords:

resolution, breach of contract, agreement, online lending, Civil Code

Abstract

The development of electronic transactions has created ambiguity in the mechanisms for resolving disputes arising from breaches of contract (wanprestasi) in online lending agreements. This study aims to analyse the juridical basis for resolving breach of contract disputes based on the Civil Code (KUHPerdata). The method used is normative juridical, with a statutory and literature approach. The results of the study indicate that online agreements remain valid under Article 1320 of the Civil Code and possess binding legal force; therefore, breaches of contract can be legally enforced. However, the digital nature of online lending agreements presents its own challenges, particularly in terms of dispute resolution mechanisms. The novelty of this research lies in analysing the relationship between the characteristics of electronic agreements and the models of dispute resolution for breach of contract. This study contributes by providing a more specific juridical framework as a basis for the development of practices and policies in resolving disputes arising from online agreements.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affifah, F. P., & Pradipha, F. C. (2021, October 15). Apa itu pinjaman online? Ini penjelasan, cara cek dan langkah aman penggunaannya. Tribunnews. https://www.tribunnews.com/nasional/2021/10/15/apa-itu-pinjaman-online-ini-penjelasan-cara-cek-dan-langkah-aman-penggunaannya#google_vignette

Amanda, A., Setyasnomo, Purnamasari, B., Widhiyanto, B., & Islamic, F. (2026). Literasi keuangan masyarakat: Sosialisasi bahaya pinjaman online ilegal di RW 01, Kelurahan Cipondoh. Jurnal Pemberdayaan Ekonomi dan Masyarakat, 3(1), 12. https://doi.org/10.47134/jpem.v3i1.1051

Angin, R. J. B. P., Pakpahan, E. F., & Ramadhana, A. S. W. (2025). The legal protection of consumers in online loan agreements based on Law Number 8 of 1999. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4). https://jhlg.rewangrencang.com/

DPR. (2021). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1999 tentang arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa. BPK RI, 2(1), 41–51.

Hapid, A. A., Feriandy, & Budiraharjo, J. (2025). Pengaruh kemudahan penggunaan dan risiko terhadap minat masyarakat dalam penggunaan pinjaman online di wilayah Kabupaten Bogor. Journal MISSY (Management and Business Strategy), 6.

Harahap, Y. (1986). Segi-segi hukum perjanjian (2nd ed.). Alumni.

Harun, R. S., Dungga, W. A., & Tome, A. H. (2019). Implementasi asas itikad baik dalam perjanjian transaksi jual beli online. Jurnal Legalitas, 12, 94–103.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). (1848).

Larasati, E., Christa Rahayu, H., & Safitri, J. (2025). Analisa faktor-faktor keputusan kredit dan potensi gagal bayar pada platform peer to peer lending. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(9), 2854–2868. https://doi.org/10.59141/comserva.v4i9.2807

Laughton, A. S., Berggren, W. A., Benson, R. N., Davies, T. A., Franz, U., Musich, L. F., Perch-Nielsen, K., Ruffman, A. S., van Hinte, J. E., Whitmarsh, R. B., Aumento, F., Clarke, A. D., Ryall, P. J. C., Cann, J. R., Bryan, W. B., & Bukry, D. (1972). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Initial Reports of the Deep Sea Drilling Project, 12. https://doi.org/10.2973/dsdp.proc.12.109.1972

Marpaung, J., Lawolo, O., & Siregar, S. A. (2022). Tinjauan yuridis terhadap perbuatan wanprestasi dalam perjanjian hutang piutang (Studi putusan Nomor 620/PDT.G/2019/PN.MDN). Jurnal Rectum: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 4(1), 555–567.

Muhammadiyah, U., & Barat, S. (2025). Analisis sistem penagihan telat bayar dalam pinjaman online melalui aplikasi Adakami, 12(3), 339–354.

Nur, A., & Kairuddin, M. (2023). Achmad Nur Miftahuddin Kairuddin Karim, 4(1), 175–185.

Oktavia, W., & Rahardiansyah, T. (2025). Analisis hukum terhadap mekanisme penagihan pinjaman online dengan penyebaran data pribadi. Begawan Abioso, 16(1), 41–48. https://doi.org/10.37893/abioso.v16i1.1215

Pasaribu, S. W. (2020). Diri untuk melaksanakan suatu hal yang bersifat kebendaan di bidang harta kekayaan. (24).

Pradnyawati, N. M. E., Sukandia, I. N., & Arini, D. G. D. (2021). Perjanjian pinjaman online berbasis financial technology (fintech). Jurnal Konstruksi Hukum, 2(2), 320–325. https://doi.org/10.22225/jkh.2.2.3230.320-325

Putera, A. P. (2026). Kebijakan hukum pidana terhadap fenomena pinjaman online ilegal perspektif perlindungan konsumen dan pencegahan kejahatan ekonomi, 6773–6784.

Rizka Noor Hasela, S. (2020). Lemahnya perlindungan hukum bagi nasabah pinjaman online. https://jdih.tanahlautkab.go.id/artikel_hukum/detail/lemahnya-perlindungan-hukum-bagi-nasabah-pinjaman-online/lemahnya-perlindungan-hukum-bagi-nasabah-pinjaman-online

Rohman, M. M., Mu’minin, N., Masuwd, M., & Elihami, E. (2024). Methodological reasoning finds law using normative studies (theory, approach and analysis of legal materials). Maqasidi: Jurnal Syariah dan Hukum, 204–221. https://doi.org/10.47498/maqasidi.v4i2.3379

Roza, N., Azheri, B., & Hasbi, M. (2024). Perlindungan hukum bagi nasabah dalam perjanjian pinjaman online berbasis financial technology (fintech). Unes Journal of Swara Justisia, 8(3), 546–557. https://doi.org/10.31933/xhqy2618

Sari, A. G., Sudarmanto, H. L., & Kusumaningrum, D. (2022). Online dispute resolution (ODR) wujud alternatif penyelesaian sengketa bisnis fintech di Indonesia. Transparansi Hukum, 5(1). https://doi.org/10.30737/transparansi.v5i1.2268

Sihite, T. G. T., & Cahyono, A. B. (2022). Peer to peer lending sebagai alternatif penyaluran pembiayaan lembaga keuangan mikro. Jurnal Analisis Hukum, 5(1), 66–80. https://doi.org/10.38043/jah.v5i1.3488

Sjahdeini, S. R. (2009). Kebebasan berkontrak dan perlindungan yang seimbang bagi para pihak dalam perjanjian kredit bank di Indonesia. Pustaka Utama Grafiti.

Sugeng, T. A. (2024). Penyelesaian sengketa wanprestasi dalam perjanjian pertanggungan melalui sidang arbitrase. Fenomena, 22(1), 50. https://doi.org/10.36841/fenomena.v22i1.4423

Suharyati, S., & Ediwarman, E. (2020). Edukasi fintech dan kewirausahaan bagi pelaku UMKM Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.24912/jbmi.v2i2.7251

Triasih, D., Muryati, D. T., & Nuswanto, A. H. (2021). Perlindungan hukum bagi konsumen dalam perjanjian pinjaman online. Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, 7(2), 591–608.

Udayana, U., Klod, D. P., & Denpasar, K. (2025). Mengalami kendala kredit akibat pencatatan dalam SLIK Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 3(12).

Downloads

Published

2026-04-29

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.